Banner
Divisi Data Litbang DikbudKementerian Pendidikan
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Apa rencana anda setelah lulus dari SMA?
Kuliah
Bekerja
Masih bingung
Lain-lain
  Lihat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 62393
Pengunjung : 20657
Hari ini : 2
Hits hari ini : 34
Member Online : 2
IP : 18.212.83.37
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

sma1_wadaslintang@yahoo.com    
Agenda
23 May 2019
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8

JUAL JASA PENDIDIKAN

Tanggal : 09-02-2016 11:15, dibaca 415 kali.

          Setiap  tahun pelajaran baru sebagian besar lembaga pendidikkan baik negeri maupun swasta ,pendidikan formal maupun non formal,tingkat  SD,SMP,SMA/SMK bahkan perguruan tinggi bersaing untuk menjual produknya yang berupa jasa pendidikan. Prduk tersebut di tawarkan pada calon konsumennya sesuai dengan jasa pendidikan masing-masing. Adapun jenis jasanya ada sekolah Vokasi ( Kejuruan ) ada sekolah umum menengah/pertama  ada sekolah keagamaan bahkan ada taman kanak-kanak.

          Dalam menjual jasanya sekolah mempunyai strategi masing-masing sesuai dengan  unggulan dan jasa pendidikan yang ditawarkan. Jika di analogikan  dengan perusahaan sekolah merupakan perusahaan jasa. Produk dari perusahaan jasa adalah berupa pelayanan, oleh karena itu persaingan yang baik dengan cara memberikan pelayanan yang terbaik pada calon konsumen atau para stakeholder. Dengan demikian masing masing lembaga pendidikan  akan bersaing dalam memberikan pelayanan pada konsumennya. Tetapi dalam realitanya ada beberapa lembaga pendidikan atau sekolah  yang mengabaikan  pelayanan dalam bersaing yang penting mendapatkan siswa dan kadang bahkan menyalahi  kaidah-kaidah persaingan yang bermartabat.

          Beberapa strategi yang biasa dilaksanakan oleh sekolah/lembaga pendidikan dalama merekrut siswa antara lain 

1. Dengan memberikan pelayanan jasa pendidikan pada konsumen dengan sebaik-baiknya dengan cara :

          Menyediakan  saran dan prasarana dalam pembelajaran intra maupun ekstra kurikuler sesuai dengan kebutuhan standar yang diharapkan konsumen, sehingga konsumen mersa puas. Konsumen yang merasa puas mereka akan bercerita pada calon konsumen yang lain ( word of moute ) tentang pelayanan prima  yang ada pada sekolah yang bersangkutan.Menjamin pelayana jasa pendidikan baik dan  lulusannya dapat terserap ke perguruan tinggi bagi sekolah menengah atas  dan terserap pada dunia usaha dan industri bagi sekolah menengah kejuruan  serta bagi sekoalah dibawahnya dapat mempermudah untuk memperolah sekolah yang bermutu pada jenjang sekolah berikutnya.

          Agar cara tersebut diatas dapat terlaksana dengan baik maka sekolah sebaiknya melaksanakan hal-hal berikut:

  • Warga besar sekolah dapat membantu  sekolah dalam memberikan pelayanan yang cepat tanggap dan tepat sesuai dengan keingingan pelanggan dengan demikian apabila ada masalah pada pelanggan dapat segera diselesaikan tanpa ada yang merasa dikecewakan.
  • Warga besar sekolah  hendaknya  memberikan pehatian kepada pelanggan ( siswa ) dengan perhatian ini di harapkan konsumen merasa bahwa semua kebutuhan lahir batin terpenuhi, sehingga dapat mngikuti  pembelajaran dengan maksimal akhirnya  memanfaatkan ilmu  yang di peroleh pada sekolah tersebut  sesuai dengan harapan siswa.
  • Dengan  pelayaan yang baik seprti diatas dapat memberikan image pada pelanggan bahwa  sekolah tersebut merupakan sekolah yang bermutu. Sekolah yang demikian tanpa promosi pun dan dimanapun berada  sudah di cari knsumennya ( calon peserta didika baru  

 

2. Denga cara penjualan langsung ke calon konsumen.
          Sekolah menerjunkan para guru yang handal untuk terjun ke sekolah - sekolah yang dibawahnya untuk menyampaikan informasi yang baik tentang sekolah tersebut. Infrmasi yang disampaikan biasanya tentang keunggulan yang ada pada sekolah tersebut serta prestasi yang telah dicapai serta progarm-progrm sekolah yang dapat menarik calon pserta didik ( konsumen ) Kalau sekolah SMA misalnya akan menginformasikan tentang seberapa jumlah siswa yang dapat di terima di perguruan tingi negeri gan perghuruan tingi sswasta yang bonafide.Kalau sekolah kejuruan akan menginformasikan berapa jumlah siswa yang bisa diserap di dunia kerja bonfide dan keunggulan-keunggulan lain yan g dimiliki sekolah yang bersangkutan.

3. Dengan memasang spanduk, panflet, baliho di tempat tempat strategis,
          Sebagian besar sekolah memasang seperti ini karena cara ini merupakan cara yang mudah meskipun informasi yang disampaikan sangat terbatas. Selain itu dengan membagi  brosur pada calon siswa melalui siswa yang ada disekolah tersebut kepada  teman ,tetangga,atau mendatangi sekolah yang di mana dulu  pernahsekolah. Bahkan jika siswa sekolah tersebut dapat membawa calon siswa baru dana sampai daftar ulang sekolah berani memberikan bonus berupa uang atau jenis yang lain.

4. Mendaftar dari rumah kerumah.
          Metode ini tergolong cara baru,cara ini dilakukan karena sangat ketatnya persaingan dalam merkrut peserta didik baru. Bahkan lebih dari itu setelah ada kesepakatan dalam  menjualan jasa pendidikan terus di ukur seragamnya sebagai tanda jadi ndaftar pada sekolah yang bersangkutan dan gratis tanpa harus membayar seragam. Cara ini bisa merusak sendi-sendi pemasaran jasa pendidikan. Karena dalam sisti ini ada hal tidak wajar dalam penjualan jasa pendidikan. Ada rasa
pekewuh karean sudah di datangi rumahnya, apalagi sudah di ukur seragmnya ,gratis .Dengan cara ini di mungkinkan ada rasa keterpaksaan bagi calon peserta ddik baru. Tetapi dalam realitasnya cara ini  benar-benar ada dan bagi sekolah mrupakan cara ampuh untuk memastikan bahwa calon siswa tersebut akan mendaftar ke sekolah dimana  ia menjadi guru.

5. Pembajakan calon peserta didik baru.
          Sasaran pembajakan biasanya siswa yang berprestasi apapun prestasinya baik akademik maupun non akademik. Cara ini dilakukan oleh sekolah yang menginginkan presatasi. Misal sekolah ingin prestasi bola voli  tahun yang akan datang juara Kabupaten/Provinsi, maka tahun ini sewkolah mencari bibit-bibit pemain voli kesekolah dengan syarat usia dan kepandaiannya dalam voli. Cara melakukan pendekatan kepada calon peserta didik baru dengan mendatangi sekolah dimana ada bibit baik dan memenuhi syarat umur untu dimainkan tahun yang akan datang. Dalam mendatangi sekolah dan bertemu dengan calon siswa berprestasi yang dimaksud  disitu terjadi perjanjian  tahap awal sebagai  tanda jadi  diberikan sepatu dan kalau sampai daftar disekolah yang membajak SPP dan SPI nya gratis bahkan ada yang berani menanggung uang kosnya juga. Demikian juga untuk mendapatkan calon siswa yang  berpretasi pada bidang akademik  demikian juga caranya. Cara ini sangat kurang etis karena ada kemungkinan siswa tersebut tidak minat pada sekolah tersebut tetapi karena ada iming-iming yang sangat menarik jadi mau mendaftar kesekolah tersebut , di mungkinkan ada unsur keterpaksaan.

          Dari lima cara tersebut diatas cara yang terbaik adalah cara yang pertama dimana sekolah yang ingin mendapat input siswa yang baik ya sekolah tersebut harus menunjukan kualitasnya dulu . Dengan demikian antar pembeli  dan penjual jasa pendidikan saling memberi dan menerima kepuasan. Akhirnya penjual jasa pendidikan merasa puas karena bisa mengantarkan siswanya  menuju jenjang yang lebih tinggi dan siswanya  ( pelanggannya ) juga merasa puas karena menerima ilmu sesuai yang diharapkan  dan siswa tersebut dapat sukses dalam menempuh karir dan kehidupan dimasa yang akan datang.

 

Drs . Bambang Irianto, MM.Pd

Guru SMA Negeri 1 Wadaslintang

 

 



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas