Banner
Divisi Data Litbang DikbudKementerian Pendidikan
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Apa rencana anda setelah lulus dari SMA?
Kuliah
Bekerja
Masih bingung
Lain-lain
  Lihat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 76407
Pengunjung : 23384
Hari ini : 2
Hits hari ini : 40
Member Online : 2
IP : 18.204.2.53
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

sma1_wadaslintang@yahoo.com    
Agenda
20 September 2019
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

PRODUK JASA PENDIDIKAN

Tanggal : 09-02-2016 11:25, dibaca 372 kali.

          Dalam pengertian bisnis produksi berarti mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi yang siap dipakai oleh konsumen atau masih harus melallui proses lagi untuk bisa dipakai. Jika produksi di aplikasikan pada jasa pendidikan berarti  bahwa satuan pendidikan menerima peserta didik baru sebagai bahan mentah ( raw input ) kemudian diproses melalalui kegiatan belajar mengajar dalam kurun waktu yang telah ditentukan kemudian berakhir dengan out put yang berupa lulusan para peserta didik tersebut. Lulusan tersebut bisa siap pakai atau belum tergantung dari satuan pendidikan sebagai pengolah jasa pendidkan. Jika sekolah tersebut mengkhususkan pada sekolah kejuruan maka mestinyn out put nya siap pakai dalam dunia kerja, tetapi jika sekolah SMA misalnya ini produknyaa masih harus diproses lagi pada tahapan beriktunya yaitu di perguruan tingggi.

          Dalam proses produksi jasa pendidikan ada beberapa factor, jika pada perusahaan manufaktur proses produksinya diperlukan bahan mentah, tenaga kerja,dan biaya overhead ( biaya lain-lain ) maka dalam prduk jasa pendidikan harus ada : Gedung dan sarana prasarana,Guru, Siswa dan Kurikulum yang berlaku. Keempat factor ini biasa di sebut sistem sekolah, dimana apabila salah satu factor terebut tidak ada maka tidak bisa proses produksi. Dalam perusahaan manufaktur jika bahan baku baik, peralatannya baiktenaganya professional,di tunjang degan unsurbiaya lain yang cukup kemudian ketiganya bisa bersinergi  dalam proses produksi yang baik maka secara logika akan menghasilkan produk yang bermutu. Demikian pula dalam mengolah jasa pendidikan jika ada input atau peerta didik yang baik ( pandai ) hal ini salah satu factor yang dapat mempermudah proses produksi jasa pendidikan. Jika peserta didik di olah oleh guru profesionl, ditunjang dengan gedung dan sarana prasarana yang baik sesuai dengan analogi diatas maka akan menghasilkan lulusan atau out put yang bermutu.

          Selain itu agar bisa memproduksi jasa pendidikan yang bermutu Kepala Sekolah berperan sangat penting. Kepala Sekolah selaku top manager pada satuan pendidikan harus bisa mensinergikan ke empat factor sistem sekolah agar bisa berjalan seimbang sesuai dengan peran masing-masing. Kepala sekolah yang berwibawa, berkharisma akan ditaati oleh semua bawahannya baik guru maupun tenaga kependidikan, hal ini akan membawa dampak sangat signifikan dalam menggapai jasa pendidikan yang bermutu. Untuk itu dalam rekruitmen Kepala Sekolah harus professional maksudnya bahwa tidak ada pengaruh yang lain selain profesionalitas pribadi calon kepala sekolah yang bersangkutan untuk mejadi Kepala Sekolah. Hal ini dikarenakan bahwa Kepala Sekolah merupakan motor penggerak produksi jasa pendidikan. Agar hal ini bisa tercapai maka Diklat Kepala sekolah dalam rangka untuk menghasilkan jasa pendidikan yang bermutu harus terus ditingkatkanDengan ketaatan dan keikhlasan guru dan tenaga kependidikan ditambah kedisiplinan para pelaksana tugas dalam satuan pendidikan, di koordinasikan oleh seorang Kepala Sekolah yang seperti tersebut diatas  dalam melayani peserta didik selaku konsumen ini bisa menjadikan produk jasa pendidikan yang bermutu.

          Memang ada perbedaan antara proses psduksi dalam bidang manufaktur  dengan produksi dalam bidang jasa. Dalam produksi bidang jasa pelayanan merupakan factor utama, bahkan produk jasa yang bermutu dapat dilihat dalam pelayanan yang bermutu terhadap konsumen atau peserta didik dan orang tua dalam aplikasi poduk jasa pendidikan.

          Ada beberapa indikator jasa pendidikan yang bermutu antara lain :

          Tangible  yaitu segala bentuk sarana /prasaran berupa gedung  dana sarana penunjang mutu jasa pendidikan yang lain seperti perpustakaan,laboratorium peralatan olah raga dan seni. Penunjang lain yang dapat membuat nyaman dalam belajar yaitu adanya taman, tempat parkir, tempat ibadah dan masih banyak lagi lainnya.

          Reliable  pada  tahapan ini sekolah diharapkan dapat memberikan pelayanan prima terhadap  para pelanggannya ( peserta didik dan orang tua ) terutama dalam jasa proses pembelajaran hindari adanya jam-jam kosong. Pelayanan ekstrakurikuler yang serius juga tidak kalah penting karena kegiatan ini sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik. Pelayanan administrasi harus bisa bersinegi dengan pelayanan-pelayanan yang lain sehingga semua pelayanan dapat memuaskan pelanggan.

          Responsiveness  merupakan kemanpuan guru/ karyawan dalam memberikan layanan dengan cepat tanpa cacat ( kesalahan ) dalam menjalankan tugasnya. Sebagai seorang yang bekerja dalam bidang jasa memang tugas pokoknya melayani pelanggan, sehingga pelanggan merasa puas. Dengan kepuasan satu pelanggan dapat menyampaikan kepuasan tersebut kepada calon pelanggan yang lain ( word of mout ) secara berantai sehngga tidak perlu promosi besar-besaran dalam memperkenalkan produk jasa pendidikan. Dengan demikian akan terjadi efisiensi dalam mengelola sekolah selaku produsen jasa pendidikan.

          Assurance  merupakan kemampuan guru dan tenaga kependidikan dalam bertingkah laku yang dapat di percaya oleh peserta didik yang dapat memberikan rasa aman. Untuk itu  guru dan tenaga kependidikan perlu senantiasa di tingkatkan ilmu pengetahuannya agar kepercayaan terhadap sekolah dapat selalu meningkat.

          Empaty  merupakan kemampuan warga sekolah dalam berkomunikasi degan para peserta didik, memahami kebutuhan peserta didik karena peserta didik punya hak yang sama dalam memperoleh pelayanan sekolah. Apabila ada komunikasi yang baik antara sekolah dan peserta didik akan mempermudah pemecahan masalah jika di  antara keduanya ada permasalahan.

          Image, jika sekolah dapat melaksanakan kelima indikator pelayanan dengan baik akan berdampak adanya image sekolah yang dapat memberikan pelayanan yang bermutu. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan peserta didik terhadap sekolah bahwa sekolah yang dapat memberikan pelayanan yang bermutu, dapat menyajikan produk jasa pendidikan yang bermutu pula. Peserta didik yang semakin puas akan akan bisa meningkat image sekolah sehingga seluruh calon konsumen mengatakan bahwa sekolah tersebut merupakan sekolah dengan brand sekolah bermutu.

          Dengan analogi satuan pendidikan dalam perusahaan jasa pendidikan dapat mempermudah pemahaman dalam mengelola suatu satuan pendidikan yang pada akhirnya dapat memudahkan prosesproduksi jasa pendidikan yang bermutu. Semua kemampuan satuan pendidikan harus difokuskan pada pelayanan kepada peserta didik utamanya dan orang tua selaku  penyandang dana pendidikan. Dengan harapan satuan pendidikan dapat menyajikan  produkyang bermutu dalam bentuk pelayanan bermutu yang dapat  memuaskan peserta didik dan orang tua.

 

                                                                        Oleh : Drs Bambang Irianto, MM.Pd

                                                                        Guru SMA Negeri Wadaslintang

                                                                        Kab. Wonosobo.

 

 

 



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas