Banner
Divisi Data Litbang DikbudKementerian Pendidikan
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Apa rencana anda setelah lulus dari SMA?
Kuliah
Bekerja
Masih bingung
Lain-lain
  Lihat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 76394
Pengunjung : 23384
Hari ini : 2
Hits hari ini : 27
Member Online : 2
IP : 18.204.2.53
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

sma1_wadaslintang@yahoo.com    
Agenda
20 September 2019
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

MAKALAH HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DAN PREST

Tanggal : 23-04-2018 14:22, dibaca 193 kali.

 

 

 

 

 

 

 

 

MAKALAH HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DAN PRESTASI BELAJAR EKONOMI MELALUI METODE PENUGASAN DENGAN MEDIA LEMBAR KERJA SISWA PADA KELAS XII IIS 3 SMA NEGERI 1 WADASLINTANG SEMESTER I  TAHUN PELAJARAN 2016/2017

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Dalam Rangka Kegiatan Pengembangan Keprofesian  Berkelanjutan

 sebagai Salah Satu Persyaratan Kenaikan Pangkat

Golongan IV a ke IV b

 

 

 

 

 

 

 

OLeh :

 

DRS BAMBANG IRIANTO, MM.Pd

        ------------------------------------------------

          Guru SMA Negeri 1 Wadaslintang Kab. Wonosobo

 

 

 

 

 

PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO

DINAS PENDIDIKAN  KEBUDAYAAN  PEMUDA DAN OLAH RAGA

SMA NEGERI 1 WADASLINTANG

TAHUN 2016

 

 

i

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DAN PRESTASI BELAJAR EKONOMI MELALUI METODE PENUGASAN DENGAN MEDIA LEMBAR KERJA SISWA PADA KELAS XII IIS 3 SMA NEGERI 1 WADASLINTANG SEMSTER1 TAHUN PELAJARAN 2016/2017

 

 

 

 

            

 

Oleh

DRS BAMBANG IRIANTO, MM.Pd

Guru SMA Negeri 1 Wadaslintang Kab. Wonosobo

 

 

 

ABSTRAK

 

   Kemampuan memecahkan masalah dan pretasi belajar di SMA Negeri 1 Wadaslintang masih rendah, hanya 5 siswa yang memiliki kemampuan memecahkan masalah  kategori baik dan prestasi belajar rata-rata 65,36 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan prestasi belajar  melalui penerapan metode penugasan dengan media pembelajaran Lembar Kerja Siswa ( LKS ) Penelitian ini dilaksanakan di kelas XII IIS 3 SMA Negeri 1 Wadaslintang. Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo tahun pelajaran2016/2017 Subyek penelitian 28 siswa terdiri 17 Siswa laki-laki dan 11 Siswa perempuan. Penelitian dilakukan 2 siklus dengan prosedur umum a)planning b) actuating c) observing dan        d)  reflecting. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan pengamatan  dan tes hasil belajar Lembar pengumpulan data pengamatan untuk mengetahui  kemampuan memecahkan masalah dan tes hasil belajar .untuk mengetahui  prestasi belajar. Teknik analsis data dengan menggunakan metode deskriptif komparatif yaitu membandingkan antara  pra siklus, siklus1 dan  siklus 2.

Hasil penelitian menunjukkan kemampuan memecahkan masalah siklus I: 35,71 % tinggi 35,71 % sedang dan 28,58 % rendah. Siklus II: 78,51 % tinggi, 21,43 % sedang dan 0.% rendah. Tes prestasi belajar Siklus I  nllai rata-rata 78,71 dengan ketuntasan minimal 53 %, Siklus II: nilai rata-rta 89,14 dengan ketuntasan belajar 92,86%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menginspiraasi bagi guru untuk menerapkan metode penugasan dengan media LKS Selain itu sekolah meningkatkan sumber daya manusia dan meningkatan peralatan  sarana pembelajaran guna meningkatkan prestasi belajar siswa .

 

KATA KUNCI : Variabel Kemampuan memecahkan masalah,prestasi belajar dan Metode penugasan

 

 

 

 

 

 

 

 


PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

 

SMA Negeri 1 Wadaslintang merupakan sekolah yang berada di daerah pengunungan bagian selatan Kapupaten Wonosobo. Letak geografis yang seperti ini merupakan salah satu penyebab rendahnya minat mendaftar bagi calon siswa baru. Hal ini ditunjukan bahwa pada tahun pelajaran 2016//2017 hanya mendapat 146  siswa dari target penerimaan 192 calon siswa baru. Bahkan sejak didirikan tahun 1999 sampai sekarang sekolah ini belum pernah mengadakan seleksi terhadap calon siswa baru.

Pembelajaran disekolah ini belum sepenuhnya memenuhi standar, hal ini dikarenakan rendahnya input siswa serta belum lengkapnya sarana prasana pembelajaran, karena pembelajaran akan baik jika guru,siswa dan sarana prasarana terpenuhi dengan baik. Ditambah lagi kondisi siswa yang kurang semangat dalam belajar hal ini di tujukan dengan masih banyaknya siswa yang belum tuntas belajar dalan ulangan harian.

Kemampuan memecahkan masalah siswa rendah hal ini disebabkan banyak factor, antara lain rasa ingin tahu rrendah, kreatifitas rendah dan cara menyimpulkan masalah rendah. Hal ini ditunjukan dari hasil pengamatan guru dan kolborator yang kategori tinggi 5 siswa, sedang 15 siswa dan rendah 8 siswa. Sedangkan prestasi belajar masih rendah ditunjukan dengan kondisi awal nilai prestasi belajar tertinggi 90, dan terendah 40 dan rata-rata nilai 65,36 serta nilai ketuntasan minimal 53 %

Kondisi yang  ideal diharapkan siwa yang mempunyai kemampuan memecahkan masalah     75 % atau 21 siswa  dan prestasi belajar tingkat ketuntasan minimal 85 %  atau 24 siswa dengan nilai rata - rata minimal 79

Rendahnya kondisi sekolah seperti ini di sebabkan gurunya dalam mengajar masih monoton,masih jarang yang menggunakan media pembelajaran, ditambah rendahnya rasa ingin tahu  dan motivasi belajar siswa yang rendah. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan memecahkan masalah dan prestasi belajar siswa  maka dilakanakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini diusahakan dapat mengatasi masalah.

 

Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana penerapan pendekatan metode penugasan dengan media LKS dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah mata pelajaran 2) Bagaimana penerapan  Metode penugasan dengan media LKS dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Ekonomi siswa kelas XII IIS 3 SMA Negeri 1 Wadaslintang semester I  tahun pelajaran 2016/2017

 

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Kemampuan memecahkan masalah

Pengertian kemampuan memecahkan masalah menurut : Lau Anne Johnson ( 2009 ) mengatakan bahwa memecahkan masalah atau pencarian solusi adalah sebuah lingkaran seperti membuat tujuan ( Goal )Kita bisa ajarkan anak-anak cara menyelesaikan masalah secara logis dengan mengajarkan langkah-langkah dalam lingkaran dan member kesempatan agar brlatih mengatasi masalah.

Penelitian ini yang dimaksud kemampuan memecahkan masalah adalah kemampuan siswa 

 dalam menelaah soal-soal ekonomi sehingga siswa dapat mengerjakan soal ekonomi  dengan benar, ada 10 indicator.: rasa ingin tahu, merasa senang, punya motivasi,  kreatif, tekun, mampu mebaca masalah mampu menganalisa kalimat, mampu menghitung, mampu mengevaluasi,dan  mampu menyimpulkan.

 

Prestasi Belajar prestasi belajar

Pengertian prestasi belajar  menurut kamus bahasa Indonesia adalah suatu pencapaian hasil belajar. Pada penelitian ini yang dimaksud prestasi belajar kemampuan siswa dalam mencapai nilai dalam  setiap tes atau evaluasi dengan jumlah soal10 butir soal pilihan ganda, bentuk soal isian 5 butir soal dan 10 butir soal uraian  dal sklus I dan 5 butir soal pilihan ganda,10 isian singkat dan 10 uraian singkat pada siklus II

Metode Penugasan

Pengertian Metode  penugasan atau  metode pemberian tugas  menurut Sayiful Bahri  Djamarah   ( 2005 ) adalah  metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar.  

Penelitian ini yang dimaksud  Metode penugasan adalah metode penugasan terstrktur  yang pelaksanaanya didalam kelas dengan waktu tertentu dengan media LKS dengan sintaks pembelajaran: guru menjelaskan materi, guru  memberikan contoh pembahasan soal, guru memberi tugas sesuai dengan materi yang diajarkan, guru membimbing siswa dalam mengerjakan tugas. Sedangkan LKS adalah sumber belajar penunjang yang dapat meningkatkan pamahaman siswa mengenai materi yang diajarkan dalam hal ini siklus akuntansi perusahaan jasa dalam mata pelajaran ekonomi.

                                                          

Mata Pelajaran Ekonomi

Pengertian Mata pelajaran  Ekonomi menurut Ekelund Ressler dan Tolison,2006 adalah  ilmu yang mempelajari cara individu dan masyarakat yang mempunyai keinginan yang tidak terbatas, memilih untuk mengalokasikan sumberdaya yang terbatas untuk memuaskan keingingan mereka

Tujuan pembelajaran mata pelajaran Ekonomi dalam penelitian ini  adalah memberi bekal kemampuan dan ketrampian mata pelajaran ekonomi kepada siswa sehingga siswa dapat bertindak secara ekonomi. Dengan mempelajari materi ekonomi tersebut diharapkan siswa bertingkah laku sesuai dengan prisip-prinsip ekonomi.

 

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan uraian kerangka teori dan kerangka berpikir di atas, maka  hipotesis tindakan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas ini diduga adalah: 1)  Penerapan  metode pembejaran penugasan dengan media LKS pada pembelajaran Ekonomi dapat meningkatkan  Kemampuan memecakan masalah  2 )  Penerapan  metode pembelajaran penugasan dengan media LKS dapat meningkatkan pretasi belajar siswa kelas XII IIS 3 SMA Negeri 1 Wadaslintang tahun pelajaran 2016/2017

 

METODE PENELITIAN

Subyek, Setting dan Waktu

Subyek penelitian  ini adalah siswa kelas XII IIS 3 SMA Negeri 1 Wadaslintang berjumlah 28 siswa, terdiri dari 11 siswa perempuan dan 17 siswa laki-laki dengan karakteristik siswa memiliki potensi dan kompetensi yang heterogen. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri Wasalintang Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo Penelitian ini dilakukan pada mata pelajaran Ekonomi selama 2 siklus. Jadwal pelaksanaan penelitian sebagai berikut, Siklus I : tanggal 5 September 2016 s.d 24 September 2016 dengan kompetensi dasar pengertian dan ciri-ciri perusahaan jasa, pengertian jurnal dan fungsi jurnal serta jurnal umum. Siklus II : tanggal  26 September 2016 s.d 15 Oktober 2016 dengan kompetensi dasar  Buku Besar  dan Neraca Saldo.

 

Data, Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data

Sumber data   pada penelitian tindakan kelas ini  yang digunakan adalah: 1)  Sumber data siswa meliputi: data tentang kemampun memecahkan masalah  data tentang  prestasi belajar  pada mata pelajaran Ekonomi dan data tentang  penerapan  pembelajaran metode penugasan dengan media LKS 2) Sumber data guru meliputi data ketrampilan guru  merencanakan pembelajaran, proses pembelajaran seperti interaksi pembelajaran, implementasi  metode penugasan dengan media LKS     3) Sumber data kolaborator meliputi pengamatan penerapan metode  pembelajaran penugasan dengan media LKS, hasil refleksi bersama guru peneliti.

Pada penelitian ini teknik dan alat  pengumpulan data menggunakan: 1) Teknik   tes yang digunakan adalah tes prestasi belajar. Pengertian tes prestasi belajar dalam penelitian ini merupakan capaian nilai yang diperoleh siswa melalui tes tertulis yng berupa soal pilihan ganda, soal tes isian singkat dan tes uraian. Langkah yang dilakukan dalam menyusun tes prestasi belajar mata pelajaran Ekonomi.meliputi:a) kisi-kisi soal b) butir soal c) lembar jawab d) kunci jawaban 2) Teknik  pengamatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengamatan tentang  kemampuan memecahkan masalah Pengamatan tentang penerapan metode penugasan dengan media LKS dalam proses pembelajaran.  Langkah yang dilakukan dalam menyusun instrumen  kemampuan memecahkan

 

masalah meliputi:  a)  lembar pengamatan kemampuan memecahkan masalah  b) hasil pengamatan kemampuan memecahkan masalah c). hasil analisis kemampuan memecahkan masalah Instrumen yang digunakan untuk mengamati variabel kemampuan memecahkan masalah .menggunakan lembar pengamatan kemampuan memecahkan masalah terdiri dari 10 indikator, yaitu: a) memiliki rasa ingin tahu b) merasa senang c)  mempunyai motivasi d) kreatif e) tekun f) mampu membaca masalah.         g) mampu menganalisa kalima h) mampu menghitung i) mengevaluasi masalah j) mampu menyimpulkan masalah.          

 3) Teknik Dokumentasi: Dokumentasi  yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen pra siklus tentang kemampuan memecahkan masalah dan prestasi belajar serta dokumen perangkat pembelajaran. Selain hal tersebut  digunakan dokumentasi foto kegiatan pembelajaran. Dokumentasi diambil pada saat pembelajaran berlangsung sebagai bukti fisik kegiatan pembelajaran.  

Pada penelitian ini validasi tes prestasi belajar menggunakan validasi empirik dan validasi teoritik yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif sedang data pengamatan  menggunakan triangulasi sumber, triangulasi metode dan triangulasi peneliti.

 

Prosedur Pelaksanaan

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas terdiri dari 2 siklus. Prosedur umum penelitian ini melalui tahapan planning, acting, observing dan reflecting digambarkan sebagai berikut:

 

 

Belum Menggunakan Metode Pembelajaran penugasan dengan mdis LKS

 

 Menggunakan Metode Pembelajaran penugasan dengan media LKS

KONDISI AWAL

TINDAKAN

KONDISI AKHIR

Kemamp  memecahkan masalah  meningkat prestasi belajar meningkat

 

Meningkat

 

Kemampuan memecahkan masalah & prestasi belajar Rendah

X2 rendah

 

 Metode Pemb. Penugasan tannpa

latihan

…………… ………………….

 Metode  Pemb. penugasana dengan

latihan

……………….………………..

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

Diagram 1.1. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas

                                     

 

Diagram di atas menggambarkan kegiatan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas. Langkah kegiatan meliputi 2 siklus dengan tahapan tiap siklus perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

 

Indikator Kinerja

Kriteria yang digunakan untuk mengukur keberhasilan kemampuan memecahkan masalah adalah kemampuan siswa  dalam aspek a) memiliki rasa ingin tahu b)merasa senang  c) mempunyai motivasi d) kreatif e) tekun f) mampu membaca masalah.g) mampu menganalisa kalimat h) mampu menghitung i) mengevaluasi masalah j) mampu menyimpulkan masalah dengan kriteria skor 66 – 84 tinggi, skor 8-65 sedang dan skor 28-46 rendah.   Kriteria yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar adalah  tes prestasi belajar dengan tes tertulis terdiri dari pilihan ganda 10 butir soal, 5 isian singkat butir soal. dan  uraian 10 butir soal dengan rentang nilai 0-100. Siswa dikatakan tuntas jika mencapai nilai KKM  78

Setelah pelaksanaan penelitian ini dilakukan 2 siklus, maka indicator kinerja sebagai berikut: 1) kemampuan memecahkan masalah dinyatakan berhasil, jika 75 % atau 21 siswa dengan kategori  tinggi  dalam proses pembelajaran metode pnugasan dengan media LKS 2)  Prestasi belajar dinyatakan berhasil, jika nilai rata-rata tes prestasi belajar 79  dengan ketuntasan belajar 85 %  pada mata pelajaran Ekonomi

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  1. Kondisi Awal

Pembelajaran mata pelajaran Ekonomi yang dilakukan peneliti pada umumnya monoton dengan cara menjelaskan materi dan memberi contoh kemdian latihan soal .Kondisi proses pembelajaran ini berakibat kemampuan memecahkan masalah rendah. Hal ini ditunjukan hasil pengamatan dari 28 siswa hanya 5 Siswa atau 17,86 % yang kemampuan memecahkan masalah tinggi.  Kondisi rendahnya kemampuan memecahkan masalah .berdampak juga pada rendahnya prestasi belajar Hal ini ditunjukan  nilai tes prestasi belajar pra siklus menunjukkan banyak siswa yang belum tuntas atau yang mendapatkan nilai lebih besar dari KKM 78 ada 15  siswa dengan ketuntasan belajar  53 %.  Nilai tertinggi 90  nilai terendah 40 dengan rentang nilai 40- 90 dengan nilai rata-rata 65,35

 

  1. Siklus I

 Pada bagian perencanaan ini, kegiatan yang telah dilakukan pada penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan prestasi belajar.   Melalui penerapan metode penugasan dengan media LKS dengan langkah-langkah sebagai berikut: a) Telah ditetapkan setting dan waktu pelaksanaan penelitian dengan 2 siklus dan tiap siklus 3 pertemuan sesuai dengan rancangan penelitian, b) Telah ditetapkan materi pembelajaran, yaitu kompetensi dasar siklus akuntansi perusahaan jasa sesuai rencana pada rancangan penelitian. c). Telah disusun rencana pelaksanaan pembelajaran lengkap dengan program tahunan dan program semester         d) Telah disusun lembar   penilaian ketrampilan menyusun rencana perbaikan pembelajaran APKG 1  e)  Telah susun lembar observasi ketrampilan melaksanakan   pembelajaran APKG 2     f) Telah disusun lembar observasi kemampuan memecahkan masalah g)  Telah disusun  tes prestasi belajar yang terdiri dari kisi-kisi soal, lembar soal, lembar jawab, kunci soal, análisis hasil tes.

  Pelaksanaan kegiatan penerapan metode pembelajaran metode penugasan dengan media LKS,  dilaksanakan pada minggu ke 1 bulan  September 2016 Deskripsi pelaksanaan  sebagai berikut:

a. Kegiatan pendahuluan

Pertemuan 1

  1. Kegiatan pendahuluan

Membuka pelajaran dengan salam, mengabsen siswa, memberikan motivasi pada siswa, memberikan pertanyaan kepada siswa tentang mata pelajaran yang lalu

  1. Kgiatan inti

1)Siswa terlebih dulu di beriksn teori tentang perusahaan jasa ,karakter perusahaan jasa bertambah daan berkurangnya akun 2) Guru memberikan contoh sebelum memberikan tugas 3) Guru memberi tugas  sesuai dengan materi yang di ajarkan dengan menggunakan lembar kerja siswa 4) Guru membimbing atau membetulkan jika siswa dalam mengerjakan tugas ada kesulitan 5) Siswa memberi di beri tugas yang setara kesulitannya

  1. KegiatanPenutup

Guru  mengakhiri pembelajaran dengan merangkum dari materi yang diajarkan.memberi tugas untuk di kerjakan di rumah dengan menggunakan  buku siswa

Pertemuan 2

  1. KegiatanPendahuluan

Membuka pelajaran dengan salam, mengabsen siswa, memberikan motivasi pada siswa, memberikan pertanyaan kepada siswa tentang mata pelajaran yang lalu

  1. KegiatanInti

1)Siswa terlebih dulu di beriksn teori tentang pengertian jurnal, fungsi jurnal, bentuk jurnal dan jurnal 2) Guru memberikan contoh sebelum memberikan tugas 3)  Guru memberi tugas  sesuai dengan materi yang di ajarkan ( pengertian jurnal, fungsi jurnal, bentuk jurnal dan jurnal ) dengan menggunakan lembar kerja siswa 4) Guru membimbing atau membetulkan jika siswa dalam mengerjakan tugas ada kesulitan 5) Siswa memberi di beri tugas yang setara kesulitannya

  1. KegiatanPenutup

       Guru  mengakhiri pembelajaran dengan merangkum dari materi yang diajarkan.memberi pertanyaan sebagai timbal balik dan memberi  tugas untuk di kerjakan di rumah dengan menggunakan  buku siswa

Pertemuan 3

  1.  KegiatanPendahuluan

Membuka pelajaran dengan salam, mengabsen siswa, memberikan motivasi pada siswa, memberikan pertanyaan kepada siswa tentang mata pelajaran yang lalu

  1. Kegiatan Inti

1) Guru membagi soal tes prestasi sesuai dengan materi yang dua pertemuan yang lalu    2) Siswa mengejakan soal tes sesuai dengan waktu yang telah di tentukan

c     KegiatanPenutup

Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengumpulkan soal dan lembar jawab kemudian dinilai prestasinya

Pengamatan untuk  mengetahui   seberapa besar  kemampuan memecahkan masalah siswa dalam proses pembelajaran mata pelajaran Ekonomi mengetahui seberapa besar rasa ingin tahu siswa mata pelajaran Ekonomi  Setelah melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus I, diperoleh data sebagai berikut:

a. Kemampuan memecahkan masalah

Data tentang  kemampuan memecahkan masalah diambil setelah melakukan   pembelajaran pada  akhir siklus I,  Instrumen data berupa lembar pengamatan yang terdiri dari 10 .indikator.  Dari data diperoleh  kemampuan memecahkan masalah skor 28-46  kategori rendah, kemampuan memecahkan masalah 8 skor skor 47-66 kategori sedang , kemampuan memecahkan masalah 10 skor skor 67-84 kategori tinggi kemampuan memecahkan masalah 10 skor.  Hasil selengkapnya disajikan dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

 

 

Tabel 1

Daftar Distribusi Frekuensi Kemampuan memecahkan masalah Pada Siklus I

 

 Kategori

Skor

Frek

 %

 S x F

Tinggi

66-84

10

35,71

750

Sedang

47-65

10

3571

560

Rendah

28-84

8

28,58

296

Jumlah

28

100

1506

Rata-rata

53,79

 

 

Berdasarkan tabel di atas, kemampuan memecahkan masalah diperoleh hasil sebagai berikut:tinggi 10 siswa atau 35,71 % , sedang  10  siswa atau 35,71 %  rendah 8 siswa atau  28,58 % skor rerata  53,79

 

b. Tes Prestasi Belajar

Setelah pembelajaran berlangsung 3 kali pertemuan maka dilakukan tes tertulis Jumlah soal pilihan ganda 10 butir soal isian singkat 5 butir soal dan uraian 10 butir soal. Hasil tes diperoleh data sebagai berikut sajikan dalam bentuk tabel berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel.2

 Daftar Distribusi Frekuensi  prestasi belajar Pada Siklus I

 

Rentang  Nilai

Skor Tengah

Frek

%

S x F

91 – 100

95

5

17,86

475

81 – 90

85

5

17,86

425

71 – 80

75

13

46,43

975

61 – 70

65

3

10,71

195

51 – 60

55

2

7,14

110

41 – 50

 

 

 

 

31 – 40

 

 

 

 

21 – 30

 

 

 

 

11 – 20

 

 

 

 

01 – 10

 

 

 

 

Jumlah

28

100

2180

 

 

Hasil    tes prestasi belajar Ekonomi diperoleh hasil sebagai berikut:  nilai tertinggi pada rentang 91-100  nilai terendah pada rentang 51-60  nilai rata-rata 78,71   Masih ada 2  siswa      7,14 %  yang mendapat skor  dibawah ketuntasan belajar minimal (KKM). 

 Diskusi refleksi pada siklus I  dilakukan pada tanggal 26 September 2016  dengan hasil analisis dan diskusi secara kolaboratif diperoleh data sebagai berikut:

1)      Kekuatan dan kelemahan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran Refleksi pengamatan APKG I ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun rencana perbaikan yaitu: a) Belum ada kesesuaian antara aspek sikap, pengetahuan dan ketrampilan          b)  belum mampu memilih Kd yang sesuai dengan daya pikir siswa c) belum merancang tindak  lanjut.Selain kelemahan tersebut ada beberapa hal yang positif yaitu: a).berdasarkan pada silabus sebagai standar pendidikan nasional b ) mengalokasikan waktu sessuai dengan KD       c) bisa mengorganisasi siswa agar fokus pada pembelajaran 

2)      Kekuatan dan kelemahan melaksanakan pembelajaran Refleksi pengamatan APKG II ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun rencana perbaikan   yaitu  a)  belum menyampaikan rencana kegiatan siswa b)  belum sepenuhnya melakukan pembelajaran scientific c)  belum mengadakan penilaian pada saat pembelajaran. Selain kelemahan tersebut ada beberapa hal yang positif yaitu:   a)  mengaitkan dengan materi sebelumnya b) meguasai materi pembelajaran c) dapat menciptakan suasana kondusif.

3)      Refleksi analisis pengamatan kemampuan memecahkan masalah Berdasarkan lembar pengamatan indicator yang menjadi kekuatan yaitu: a) rasa ingin tahu b) mempunyai motivasi  c) mampu menyimpulkan  sedangkan indicator yang masih lemah, yaitu:               a) kreatif dalam memecahkan masalah b) menganalisa masalah c) mengevaluasi masalah

4)      Refleksi analisis prestasi belajar berdasarkan hasil pekerjaan siswa materi yang belum dikuasai pada indicator a) karakter perusahaan jasa b) pengaruh transaksi ktredit                 c) fungsi jurnal sedangkan materi yang telah dikuasi pada indicator a) transaksi investasi b).bertambah atau berkurangnya transaksi c) jurnal

Berdasarkan kriteria keberhasil, maka: 1)  Kemampuan memecahkan masalah baru mencapai          10 siswa yang tinggi atau 35,71 % sehingga belum berhasil, karena kriteria keberhasilan 85 % atau 24 siswa. 2)  Prestasi belajar mata pelajaran  Ekonomi nilai rata-rata baru mencapai 78,71 dengan ketuntasan belajar 53 % sehingga belum berhasil karena kriteria keberhasilan nilai rata-rata 79 Dengan ketuntasan belajar 85 %.  

Keputusan refleksi bersama kolaborator, maka kekurangan yang segera diperbaiki adalah:    a) penilaian selama proses pembelajaran b) merancang tindak lanjut untuk pekerjaan rumah          c)  menambah latihan soal-soal d) memberi pengkayaan bagi siswa yang sudah baik prestasi belajarnya.  Akhirnya memutuskan untuk melajutkan siklus II dengan ketentuan: 1) Materi pembelajaran melanjutkan kompetensi dasar Buku besar dan Neraca saldo 2) Pembelajaran menerapkan metode penugasaan dengan mdia LKS 3) Perbaikan yang dilakukan dengan menambah soal-soal latihan

Berdasarkan landasan teori yang dikemukakan Syaiful Bahri Djamarah (2005)  menyatakan: bahwa Metode latihan yang disebut juga metode training merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasan-kebiasaan tertentu. Kelebihan penambahan  metode ini dapat memperoleh kecakapan motorik, memperoleh kecakapan mental, pembentukan kebiasaan ysng dilakukan dan menambah kecepatan  dalam pelaksanaan dalam pembelajaran metode penugasan dengan media LKS

 

  1. Siklus II

Pada bagian perencanaan ini, kegiatan yang telah dilakukan pada penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah  dan prestasi belajar   melalui penerapan metode penugasan dengan media LKS dengan langkah-langkah sebagai berikut:     a Telah menetapkan kembali materi pembelajaran, yaitu kompetensi dasar Buku besar dan Neraca Saldo sesuai rencana pada rancangan penelitian. c) Telah menyusun kembali  rencana pelaksanaan pembelajaran lengkap dengan  Materi dan Penilaian d) Telah menyusun kembali lembar   penilaian ketrampilan menyusun rencana perbaikan pembelajaran APKG 1 e) Telah menyusun kembali lembar observasi ketrampilan melaksanakan   pembelajaran APKG 2 f ) Telah menyusun kembali lembar observasi kemampuan memecahkan masalah g) Telah menyusun  tes prestasi belajar yang terdiri dari kisi-kisi soal, lembar soal, lembar jawab, kunci jawab, daftar nilai.

  Pelaksanaan kegiatan penerapan metode pembelajaran metode penugasan dengan media LKS   dilaksanakan pada minggu ke 4 bulan September 2016  Deskripsi pelaksanaan  sebagai berikut:

Pertemuan 1

1). Kegiatan pendahuluan

Guru membuka pelajaran dengan salam,guru mengabsen siswa, guru memberikan pertanyaan tentang materi yang lalu dan menyampaikan topic materi pada hari ini.

2). Kegiatan Inti

Siswa terlebih dulu di bekali teori tentang buku besar, guru memberikan contoh sebelum memberi tugas, guru memberi tentang materi yang setara dengan contoh, guru membimbing siswa yang kesulitan dalam mengerjakan tugas, dan guru mengevaluasi terhadap tugas yang di berikan

3). Kegiatan Penutup

Guru member pertanyaan dari materi yang disampaikan, guru menyampaikan materi yang akan datang danmemeberi tugas dan guru menutup pelajaran dengan salam

Pertemuan 2

1.   Kegiatan pendahuluan

Guru membuka pelajaran dengan salam,guru mengabsen siswa, guru memberikan pertanyaan tentang materi yang lalu dan menyampaikan topic materi pada hari ini.

2). Kegiatan Inti

Siswa terlebih dulu di bekali teori tentang neraca saldo, guru memberikan contoh sebelum memberi tugas, guru memberi tugas  yang setara dengan contoh, guru membimbing siswa yang kesulitan dalam mengerjakan tugas, dan guru mengevaluasi terhadap tugas yang di berikan

3). Kegiatan Penutup

Guru member pertanyaan dari materi yang disampaikan, guru menyampaikan materi yang akan datang danmemeberi tugas dan guru menutup pelajaran dengan salam

Peremuan 3

1.   Kegiatan pendahuluan

Guru membuka pelajaran dengan salam,guru mengabsen siswa, guru memberikan pertanyaan tentang materi yang lalu dan guru membagi soal tes prestasi

2). Kegiatan Inti

Guru mengawasi siswa yang sedang mengerjakan tes, guru menjawab pertanyaan siswa tentang soal yang belum dipahami, guru memperingatkan kepada siswa yang mengerjakan soal sambil Tanya temannya, guru memperingatkan bahwa waktu kurang lima menit, guru menyampaikan waktu habis dalam mengerjakan soal, guru mengumpulkan lembar jawab dan lembar soal

3) Kegiatan Penutup

Guru member pertanyaan dari materi yang disampaikan, guru menyampaikan materi yang akan datang danmemeberi tugas dan guru menutup pelajaran dengan salam

Pengamatan untuk  mengetahui   seberapa besar kemampuan memecahkan masalah siswa dalam proses pembelajaran mata pelajaran Ekonomi mengetahui seberapa besar prestasi belajar siswa mata pelajaran Ekonomi  setelah melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus II, diperoleh data sebagai berikut:

1). Kemampuan memecahkan masalah

Data tentang  kemampuan kemampuan memecahkan masalah diambil setelah melakukan   pembelajaran pada  akhir siklus II,  Instrumen data berupa lembar pengamatan yang terdiri dari 10 indikator.  Dari data diperoleh kemampuan memecahkan masalah skor 28-46 kategori rendah, kemampuan memecahkan masalah skor 47-65  kategori sedang , kemampuan memecahkan masalah skor 66-84 kategori tinggi.  Hasil selengkapnya disajikan dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

 

 

Tabel.3

Daftar Distribusi Frekuensi Kemampuan memecahkan masalah Pada Siklus II

 

 Kategori

Skor

Frek

 %

 S x F

Tinggi

66-84

22

78,57

1650

Sedang

47-65

6

21,43

336

Rendah

28-46

 

 

 

Jumlah

28

100

1986

Rata-rata

70,93

 

 

Berdasarkan tabel di atas, kemampuan memecahkan masalah diperoleh hasil sebagai berikut:tinggi 22 siswa atau 78,57 % , sedanga   6 siswa atau 21,43 %  rendah 0 % skor rata-rata  70,93

 

b. Tes Prestasi Belajar

Setelah pembelajaran berlangsung 2 kali pertemuan maka dilakukan tes tertulis Jumlah soal pilihan ganda 5 butir soal isian singkat 10 butir soal dan uraian 1 butir soal dengan          10  isiann ( 1 Neraca Saldo ) Hasil tes diperoleh data sebagai berikut disajikan dalam bentuk tabel berikut

 

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel.4.

 Daftar Distribusi Frekuensi  prestasi belajar Pada Siklus II

 

Rentang  Nilai

Tally

Frek

%

S x F

91 – 100

IIII IIII IIII

III

18

64,29

1710

81 – 90

IIII I

6

21,43

510

71 – 80

III

3

10,71

225

61 – 70

1

1

3,57

65

51 – 60

 

 

 

 

41 – 50

 

 

 

 

31 – 40

 

 

 

 

21 – 30

 

 

 

 

11 – 20

 

 

 

 

01 – 10

 

 

 

 

Jumlah

28

100

2510

 

Hasil    tes prestasi belajar Ekonomi diperoleh hasil sebagai berikut:  nilai tertinggi pada rentang 91-100  nilai terendah pada rentang 61-70  nilai rata-rata 89,64 Masih ada 2  siswa..7,14 %  yang mendapat skor  dibawah ketuntasan belajar minimal (KKM) 78

 Diskusi refleksi pada siklus II  dilakukan pada hari Senin tanggal 17 Oktober 2016 dengan hasil analisis dan diskusi secara kolaboratif  berdasarkan kriteria keberhasil, maka:        1)  Kemampuan memecahkan masalah sudah mencapai 22 siswa yang tinggi atau 78,57 % sehingga  berhasil. 2). Prestasi belajar mata pelajaran Ekonomi nilai rata-rata sudah mencapai 89,14 dengan ketuntasan belajar 92,86 % sehingga   berhasil.  

Pembahasan

Pada pengamatan pra siklus kemampuan memecahkan masalah.tinggi hanya 17,86 % atau    5 siswa dari 28 siswa, kemampuan memecahkan masalah sedang 57,14 % atau 16 siswa, dan kemampuan memecahkan masalah rendah 25 %. atau 7 siswa. Jadi rata-rata kemampuan memecahkan masalah  pada pra siklus adalah 57,36 Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model penugasan dengan media LKS kemampuan memecahkan masalah mengalami peningkatan. Kemampuan memecahkan masalah tinggi  35,71 % atau 10 siswa dari 28  siswa, kemampuan memecahkan masalah sedang 35,71 % atau 10 siswa, dan kemampuan memecahkan masalah rendah 28,58  %. atau 8 iswa, rata-rata kemampuan memecahkan masalah 57,36 pada siklus I. Berkat intervensi dengan  penerapan pembelajaran metode pembelajaran  dengan media LKS maka memecahkan masalah dan prestasi belajar ada kenaikan. Hal ini disebabkan model pembelajaran metode penugasan dengan media LKS  kondisi siswa menjadi    a) senang b) aktif c) kreatif d) mandiri e) disiplin  situasi kelas a) kondusif b) tenang c) menyenangkan hal ini sesuai karakteristik pembelajaran penugasan denga media LKS Yang dikemukakan oleh  Syaiful Bahri Djamarah               ( 2005 )yang menyatakan metode pemberian tugas metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siaswa melakukan kegiatan belajar.

Selain itu menurut Bloom dalam Suharsini  Arikunto ( 1990 : 110 )  bahwa hasil belajar dibedakan menjadi   tiga aspek  kognitif, afektif dan psichomotor.

 Standar kompetensi mata pelajaran Ekonomi  kurikulum 2013 menyebutkan bahwa pembelajaran di bagi 2 yaitu pembelajaran langsung maupun tidak langasung. Pembelajaran langsung pembelajaran yang sifatnya mengembangakan KI 3 dan KI 4 sekaligug dalam satu proses pembelajaran membahas  penegtahuan dan ketrampilan, tetapi pembelajaran tidak langsung   mengembangkan KI 1 dan KI 2 yang intinya mengembangkan nilai dan sikap pelaksanannya bersamaan dengan pembelajaran pengembangan KI 3 dan KI 4

 Penggunaan metode Penugasan dengan media LKS merupakan metode yang tepat untuk pembelajaran yang bersifat hitungan.Menurut Depdiknas (2004) Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. LKS biasanya berupa petunjuk, langkah untuk menyelesaikan suatu tugas, suatu tugas yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas kompetensi dasar yang akan dicapainyamenyatakan bahwa pembelajaran metode penugasan dengan media LKS merupakan pembelajaran yang mengajarkan siswa ketrampilan kerjasama dan kolaboratif serta dapat dapat memahami konsep yang dianggap sulit oleh siswa. Sedangkan unsur-unsur dasar pembelajaran  Ekonomi adalah sebagai berikut:              a) individu dan masyarakat b) kebutuhan tidak tebatas d)  alat pemuas yang terbatas.

Penerapan pembelajaran metode penugasan dengan media LKS pada siswa kelas XII IIS 3 SMA Negeri 1 Wadaslintang ini menunjukkan adanya prestasi yang meningkat, hal ini disebabkan adanya ketekunan siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan adanya media LKS

sesuai dengan karakteristik pembelajaran metode penugasan dengan media LKS Situasi pembelajaran di kelas sebagaimana gambar berikut: 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar (a)                                          Gambar (b)

                                                                  Gambar.1.

                                                     Situasi pembelajaran Siklus I              

 

 

Berdasarkan gambar 4.1. tentang situasi pembelajaran ditunjukkan  pada gambar (a) terlihat situasi yang konduisif, aktif, dan menyenangkan. Pada gambar (b) terlihat kolaborator sedangan mengamati kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan kemampuan menelaah soal-soal ekonomi.   Namun  kemampuan memecahkan masalah  belum mencapai indikator keberhasilan. Untuk itu penelitian dilanjutkan pada siklus II penerapan model pembelajaran metode penugasan dengan media LKS dengan penekanan / perubahan proses pembelajaran mampu meningkatkan kemampuan memecahkan masalah secara optimal. Hasil pengamatan pada siklus II adalah sebagai berikut kemampuan memecahkan masalah tinggi  78 % atau 22 siswa dari 28 siswa, kemampuan memecahkan masalah .sedang    21, 43  % atau 6 siswa, dan kemampuan memecahkan masalah  rendah 0 %. atau tidak ada siswa yang mempunayai kemampuan rendah. Sedangkan   kemampuan memecahkan masalah  pada pra siklus yang mempunyai kemampuan tinggi  17,86 %  atau  5 siswa

Perbandingan hasil penelitian pra siklus,  siklus I dan siklus II setelah dilakukan pengamatan pada saat proses pembelajaran diperoleh data sebagai berikut:

 

Tabel.5.

Perbandingan Kemampuan memecahkan masalah

Pras Siklus, Siklus I dan Siklus II

NNo

Kemampuan memecahkan masalah

Pra Siklus

Siklus I

Siklus II

11

Tinggi

5

10

22

22

Sedang

16

10

6

33

Rendah

7

8

0

44

Rata-rata

      54,64

      57,36

        89,64

 

 

Berdasarkan data di atas pada siklus I ada kenaikan rata-rata kemampuan memecahkan masalah  dari 54,64 menjadi 57,36 Pada siklus II ada kenaikan rerata kemampuan memecahkan masalah dari 57,36 menjadi 89,64 Hal ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode penugasan dengan media LKS dapat meningkatkan rata-rata kemampuan memecahkan masalah dari 54,64 menjadi 89,64

 Prestasi belajar mata pelajaran Ekonomi  yang diukur melalui tes prastasi menunjukkan hasil pada pra siklus rata-rata 65,36 dan ketuntasan 53 %. Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan dengan media LKS ada peningkatan. Pada siklus I rata-rata .78,71 dan ketuntasan 53 %. Pada siklus 2 ini tidak meningkatkan tingkat ketumtasan minimal tetapi hanya menambah nilai rata-rata. Dari hasil refleksi hasil tersebut masih belum mencapai indikator keberhasilan. Dengan memperbaiki kekurangan yang ada pada siklus I yaitu dengan menambah latihan soal hasil tes prestasi pada siklus II rata-rata 89,14 dan ketuntasan 92,86  Perbandingan hasil tes prestasi belajar pra siklus dan siklus I setelah dilakukan ulangan pada akhir siklus  diperoleh data sebagai berikut:

 

 

Tabel.6.

  Perbandinngan Prestasi Belajar Ekonomi

Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II

NNo

Prestasi Belajar ...........................

Pra Siklus

Siklus I

Siklus II

11

Nilai tertinggi

90

96

96

22

Nilai terrendah

40

68

68

33

Nilai rata-rata

65,36

78,71

89,14

44

Ketuntasan Belajar

53 %

53 %

92,86 %

 

 

Pada tabel di atas terlihat pra siklus   nilai rata - rata 65,36 pada siklus I rata-rata 78,71.  dan siklus II rata-rata  89,14 Dengan demikian pembelajaran dengan metode penugasan dengan media LKS dapat meningkatkan prestasi belajar pada pra siklus nilai rata-rata 65,36  menjadi nilai rata-rata 78,71 dan siklus II dari 78,71 menjadi nilai rata-rata 89,14 Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan dengan media LKS dapat meningkatkan pretasi belajar  dari rata-rata 65,36 menjadi 89,14. Ketuntasan belajar pada pra siklus 53 %, pada siklus I 53 % dan siklus II 92,86 %. Ini berarti pada siklus I tidak ada  peningkatan ketuntasan belajar karaena dari pra siklus ketuntasan belajar 53 % pada siklus 1 juga hanya dicapai ketuntasan belajar 53 % seperti di uraikan diatas hanya terjadi peningakatan nilai rata-rata dari 65,36 menjadi 78,71 sedangkan pada siklus II meningkat dari.78,71menjadi 89,14 Pembelajaran dengan menerapkan metode  penugasan dengan media LKS dapat meningkatkan ketuntasan belajar dari 53 % menjadi 92,86 %

Penerapan metode pembelajaran berdampak perubahan situasi kelas dan siswa. Perubahan kondisi siswa antara lain a) senang b) aktif c) kreatif d) mandiri e disiplin Kondisi kelas . a) kondusif b) tenang c) menyenangkan. Pada siklus II proses pembelajaran menjadi lebih baik karena siswa sudah memahami pelaksanaan metode pembelajaran penugasan dengan media LKS pada silkus1 sebelumnya, yang mana pada LKS selain ada soal-soal juga ada materi secara singkat dan mudah dipahami. Hal ini menyebabkan kemampuan memecahkan masalah dan   prestasi belajar menjadi meningkat. Hal ini sebagaimana pendapat.  Lau Anne Johnson ( 2009 ) mengatakan bahwa memecahkan masalah atau pencarian solusi adalah sebuah lingkaran seperti membuat tujuan ( Goal ) Kita bisa ajarkan anak-anak cara menyelesaikan masalah secara logis dengan mengajarkan langkah-langkah dalam lingkaran dan memberi kesempatan agar berlatih mengatasi masalah.

Dari uraian di atas maka dapat diperoleh hasil penelitian bahwa penerapan metode penugsan dengan media LKS dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah  dari  rata- rata 54,64 menjadi 89,64 dapat meningkatkan prestasi belajar rata-rata 65,36  menjadi 89,14 dan ketuntasan belajar dari 53 %  menjadi 92,86 %

 

 

 

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1). penerapan Metode penugasan dengan media LKS  dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah mata pelajaran Ekonomi siswa kelas XII IIS3 SMA Negeri 1 Wadaslintang semester 1 tahun pelajaran 2016/2017 dari pra siklus 54,64 menjadi 89,64 pada akhir siklus II. 2). Penerapan Metode penugasan dengan media LKS dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Ekonomi siswa kelas XII IIS3 SMA Negeri 1 Wadaslintang semester 1 tahun pelajaran 2016/2017 dari pra siklus nilai rata-rata  65,36 menjadi 89,14 pada akhir siklus II

Saran

Beakhirnya siklus II, agar hasil penelitian lebih optimal maka disarankan: a). Pelaksanaan penelitan ini baru 2 siklus, peneliti lain selanjutnya dapat menambah siklus ke 3 untuk mendapatkan temuan-temuan yang lebih signifikan. b). Instrumen tes dan lembar observasi yang digunakan dalam penelitian ini masih merupakan instrumen yang tingkat validasinya belum memuaskan, peneliti berikutnya dapat menggunakan instrumen yang standar atau validitas dan reliabilitas yang standar.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Syaiful Bahri Djamarah, 2005, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta , Rineka Cipta

Lau Anne Johnson, 2009, Pengajaran yang Kreatif dan Menarik, PT Indeks

Depdiknas, 2004, Pedoman umum pengembangan buku ajar, Direktorat pendidikan umum

Prastowo Andi, 2012 Panduan Kreatif Membuat Bahan AjarInovatif,Yogyakarta, Dira Press.

Kemendikbud, 2014, Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 13

Ndukyati, 2011, Pemberian tugas terstruktur dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan mengolah data pada materi statistic, Internet:https:w//Ndukyati.wordpresss.com/2012 /10/06/PTK (16/11/2016)

Ifa Luthfia,  2008, Penerapan metode penugasan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika pada materi pokok segi empat, Internet : Walisongo Ac.id/diqlib/files/disk1/94/Jtptiain-gdl-ifaluthfia-465-1-kripsi/30/11/2016

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRAK

 

 

 

   Kemampuan memecahkan masalah dan pretasi belajar di SMA Negeri 1 Wadaslintang masih rendah, hanya 5 siswa yang memiliki kemampuan memecahkan masalah  kategori baik dan prestasi belajar rata-rata 65,36 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan prestasi belajar  melalui penerapan metode penugasan dengan media pembelajaran Lembar Kerja Siswa ( LKS ) Penelitian ini dilaksanakan di kelas XII IIS 3 SMA Negeri 1 Wadaslintang. Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo tahun pelajaran2016/2017 Subyek penelitian 28 siswa terdiri 17 Siswa laki-laki dan 11 Siswa perempuan. Penelitian dilakukan 2 siklus dengan prosedur umum a)planning b) actuating c) observing dan        d)  reflecting. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan pengamatan  dan tes hasil belajar Lembar pengumpulan data pengamatan untuk mengetahui  kemampuan memecahkan masalah dan tes hasil belajar .untuk mengetahui  prestasi belajar. Teknik analsis data dengan menggunakan metode deskriptif komparatif yaitu membandingkan antara  pra siklus, siklus1 dan  siklus 2.

Hasil penelitian menunjukkan kemampuan memecahkan masalah siklus I: 35,71 % tinggi 35,71 % sedang dan 28,58 % rendah. Siklus II: 78,51 % tinggi, 21,43 % sedang dan 0.% rendah. Tes prestasi belajar Siklus I  nllai rata-rata 78,71 dengan ketuntasan minimal 53 %, Siklus II: nilai rata-rta 89,14 dengan ketuntasan belajar 92,86%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menginspiraasi bagi guru untuk menerapkan metode penugasan dengan media LKS Selain itu sekolah meningkatkan sumber daya manusia dan meningkatan peralatan  sarana pembelajaran guna meningkatkan prestasi belajar siswa .

 

KATA KUNCI : Variabel Kemampuan memecahkan masalah,prestasi belajar dan Metode penugasan

 

 

 

 

 

                                                                                    xi



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas